April 08, 2017

Pemain-Pemain Ini Diberitakan Dibunuh Oleh Jose Mourinho.


AGEN BOLA - Jose Mourinho, siapa yang tidak mengenal sosok pelatih hebat ini. Mourinho yang dalam keriernya selalu berbuah hasil dan prestasi, Namun Mou juga tidak luput dari Kontroversi. Mou yang lahir di Lisbon, Portugal itu, dikenal sebagai manajer yang mempunyai susunan taktik yang jenius didunia. Mou juga mendapat ilmu kepelatihannya itu dari Eks Pelatih Timnas Belanda serta Eks Pelatih sebelum dirinya menjadi Manajer Man United, louis Van Gaal.

Tidak heran jika gaya kepelatihan Mou tidak jauh dari apa yang dilakukan oleh Van Gaal. Mou juga dikenal sebagai pembuatan bibit-bibit pesepakbola berkualitas, namun tidak jarang juga bahwa dirinya tega membunuh Karier sang Pemain di Klub yang dia latih.

Untuk Mengetahui siapa-siapa saja pemain yang dibunuh kariernya oleh Mourinho, kami akan merangkum beberapa pemain yang pernah menjadi anak asuh dari Pelatih berusia 52 tahun tersebut.


Berikut Pemain-Pemain Yang Berada di Titik Nadir Sejak Kepelatihannya di Ambil Mourinho.


1, Juan Cuadrado


Mourinho yang saat itu melatih Chelsea, dikabarkan langsugn membunuh karier Sang pemain tersebut. Cuadrado yang didatangkan Chelsea dari Fiorentina pada 2015 silam.

Pada awalnya Cuadrado dipercaya akan menjadi duetnya Hazard, Namun Cuadrado tidak bisa mewujudkan semuanya. dua bulan berseragam Chelsea, Cuadrado hanya bermain sebanyak dua kali, Cuadrado pun tidak mencetak satu golpun semenjak Baru berseragam Chelsea.

Cuadrado yang dijual ke Juventus dengan harga 26 Juta Pound, Namun kini dirinya kembali menemukan permainan terbaiknya dan sekarang dirinya menjadi salah satu pilihan utama dibawah kepelatihan Massimiliano Allegri.


2, Ricardo Kaka


Siapa yang tidak kenal pemain asal Brasil ini, Pemain asal Brasil ini harus mengakhiri kariernya setelah meninggalkan AC Milan dan bergabung dengan Real Madrid pada 2009 Silam. di Musim pertama saat dirinya berseragam Madrid, Dirinya hanya mampu mengemas sembilan gol dan delapan Assists. Saat itu, Fans kaka masih berharap jika Kaka bisa kembali bangkit dari keterpurukannya setelah madrid ditukangi oleh Mourinho.

Namun semuanya sirna lantaran Mou lebih sering memainkan Mesut Ozil ketimbang Kaka selama tiga tahun. Mourinho pun dipercaya telah membunuh Karier Kaka Semenjak Mou melatih Real madrid, Dan dalam tiga tahun itu, Kaka berjuang untuk bangkit dari bangku cadangan, Namun semua yang ia lakukan tidak berbuah apa-apa.


3, Iker Casillas


Selain Kaka yang bermain untuk Real Madrid, ada juga Kiper yang bisa dikatakan sebagai Kiper Legenda TImnas Spanyol, Iker Casillas. Mou juga telah membunuh Karier yang dimiliki oleh Casillas semenjak dirinya tiba di Santiago Bernabeu. Casillas adalah salh satu kiper terbaik dunia. Namun semuanya itu tidak dimata Mourinho.

Awal kedatangan Mou ke Madrid memang Casillas masih mempercayai penjaga gawang kepada Casilas, Namun setahun terakhir dirinya melatih Real Madrid, Dirinya lebih sering menurunkan Kiper Pelapis mereka, Diego Lopez. setelah kepergian Mourinho, harapan Iker untuk menjadi Kiper utama bertambah. Namun Semuanya Sirna ketika Carlo Ancelotti yang datang ke Santiago bernabeu dan dirinya juga memilih Casillas sebagai Kiper Utama madrid.


4, Sergio Canales


Pemain Real Sociedad saat ini didatangkan Real Madrid dengan status pemain Bintang di Timnas Spanyol U-19 pada 2010 silam. Namun sayangnya, Mou tidak terkesan sama sekali dengan gaya permainan dirinya. Bahkan Mou sering membangkucadangkan Canales. Alhasil setahun kemudian Dirinya dijual Mou ke Valencia, Perubahan sangat nampak setelah dirinya bergabung dengan Valencia, Dirinya menjadi pilihan utama Klub yang bejuluk Kelelawar Hitam itu di Lini tengah hingga 2013 sebelum dirinya bergabung dengan Real Sociedad.


5, Hamit Altintop


Altintop merupakan salah satu Produk pesepakbola terbaik yang dimiliki Turkey saat ini. Namun saat Dirinya bergabung dengan Real Madrid, Dirinya tidka menjadi pilihan Mourinho. Pemain yang didaatangkan dari Galatasaray itu tidak lama bermain untuk Real Madrid, dirinya hanya bertahan satu tahun di Santiago Bernabeu, Dan Altintop pun kembali ke Klub asalnya, Galatasaray. Dan pilihannya itu tidak salah, sebab setelah meninggalkan Madrid Ia berhasil menyumbangkan tujuh gelar Untuk Galatasaray.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Klasemen