April 14, 2017

Cerita Sedih Dybala Yang Nyaris Meninggalkan Dunia Sepakbola.


AGEN BOLA - Bintang Baru Milik Juventus, Paulo Dybala akhir-akhir menjadi perbincangan didunia. bukan tanpa alasan dirinya menjadi perbincangan didunia, Seperti yang sudah diketahui, dirinya yang menjadi pahlawan dengan mengemas dua gol sekaligus mengalahkan Barcelona dalam ajang leg pertama Liga Champions, tengah pekan kemarin.

Selain dari itu, Dybala juga baru saja meresmikan perpanjangan kontraknya bersama Juventus yang berdurasi hingga 2022 mendatang. dan Kini Dybala menjadi pemain termahal kedua di Serie A Italia dengan pendapatan Gaji sebesar 7 juta Pounds per musim.

Namun siapa sangka dengan kegemilangannya saat ini, terdapat kisah yang sangat menyedihkan didalam hidupnya. Dybala ternyata sempat ingin mengakhiri karier sepakbolanya setelah ayahnya, Alfonso Dybala meninggal dunia pada 2006 lalu.

Dybala pada saat itu masih berusia 13 tahun pun frustasi karena sudah ditinggalkan ayah tercintanya serta Dybala sempat frustasi. Dybala juga sempat memutuskan bahwa dirinya tidak akan kembali ke akademi Klub perdananya, Instituto Cordobas setelah kejadian itu.

Namun Beruntung Tim kepelatihan dari Instituto Akademi Cordoba itu berhasil menyadari  potensi yang dimiliki oleh Dybala dan terus mendesak Dybala untuk kembali berlatih. dengan bujukan demi bujukan, akhirnya Dybala bersedia kembali ke akademi Instituto dan Dybala juga mendapatkan fasilitas dari Akademi tersebut, yaitu asrama, jadi Dybala tidak perlu untuk pulang kerumah lagi yang jaraknya mencapai 55 kilometer.

"Ketika ayah saya meninggal dunia, saya rasa semuanya juga sudah selesai. pada saat itu saya sangat sedih bahkan saya sempat frustasi dan memutuskan untuk meninggalkan dunia sepakbola dan menjadikan bahwa Sepakbola tidak menjadi prioritas saya lagi." Ucap Dybala.

"Setelah kejadian itu, saya tidak datang untuk latihan selama beberapa pekan. selama itu pula tim dari Akademi Instituto terus membujuk saya untuk kembali ke Akademi. Dan saya pun memutuskan kembali ke Akademi tersebut. dan saya juga mendapatkan fasilitas Asrama sehingga saya tidak perlu lagi pulang kerumah yang berjarak 55 kilometer." Lanjutnya.

"Karena Ayah saya, saya berani memasuki lapangan, saya selalu berdoa meminta kekuatan pada ayah saya yang disurga sana. Jika saya mencetak gol, saya selalu berterimakasih kepada ayah saya, Karena saya yakin bahwa dia telah membantu saya dari atas sana." Pungkas pemain berusia 23 tahun itu.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog

Klasemen